FaktaJurnal.com Banjarnegara - sudah bertahun-tahun Kasus pembalakan liar yang tak kunjung berhenti seolah tidak ada yang di takuti, puluhan hektar hutan gundul yang ada di Desa Jatilawang Kecamatan Wanayasa mulai di rasakan akibatnya yaitu surutnya mata air, banjir dan longsor di beberapa titik, hal ini mendapatkan perhatian khusus dari Forkompincam bersama pemdes jatilawang dan masyarakat setempat.
Untuk itu Forkompincam Wanayasa menempuh jalan untuk bermediasi bersama masyarakat mengadakan pertemuan dengan sejumlah warga yang mengarap lahan perhutani, acara pertemuan tersebut berlangsung di rumah Kadus Karangmalang Wahono Desa Jatilawang pada Selasa Sore (10/02/2026).
Kegiatan musyawarah terkait masih adanya penggarapan lahan Perhutani di wilayah Dusun Karangmalang Desa Jatilawang Kec. Wanayasa berjalan kondusif.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut antara lain.
WASIS SUSATYO / ASPER / BKPH Karangkobar KPH Banyumas Timur beserta anggota.,Camat Wanayasa Sri Wahyuni, S.E beserta Kasi Trantib Bambang Puryanto, Danramil Wanayasa Kapten Inf Winarno diwakili Bhabinsa Sertu Arifin, Kapolsek Wanayasa Iptu Bambang Nurdianto, S.H , Kades Jatilawang Lindawati beserta perangkat desa, Ketua BPD Jatilawang Sdr. Aris Sujono beserta anggota, Warga masyarakat Dusun Karangmalang Desa Jatilawang penggarap lahan sebanyak 60 orang.
Dalam acara tersebut mengambil sebuah keputusan penyataan bahwa tidak lagi mengarap lahan lagi dan akan mengembalikan fungsi hutan serta menjaga kelestarian hutan itu sendiri.
Kapolsek Wanayasa menyampaikan rasa syukur yang teramat besar kepada semua petani yang mengarap lahan perhutani saat ini sudah sadar dan faham fungsi hutan bagi kita semua, " saya berharap hal ini bisa berimbas ke seluruh masyarakat Jatilawang maupun masyarakat Wanayasa yang saat ini masih menggunakan lahan perhutani jadi lahan pertanian segera berhenti ".
WASIS SUSATYO ASPER Karangkobar KPH Banyumas Timur saat wawancara menyatakan bahwa kegiatan pembalakan liar merupakan tindakan melanggar hukum, saat ini kita lakukan pedekatan secara persuasif, kita tangani bertahap memberikan pemahaman agar berhenti mengelola hutan. Alhamdulillah dari beberapa pengarap lahan kemarin di Desa Jatilawang membuat surat pernyataan untuk berhenti mengarap lahan dan kembalikan fungsi hutan.
Wasis berharap kedepannya mengajak masyarakat ikut serta menjaga kelestarian hutan demi anak cucu kita mendatang, untuk saat ini kita bisa melihat bahaya dari gundulnya hutan, banyak terjadi bencana longsor dan banjir bandang. jangan sampai bencana itu akan terjadi di wilayah kita, mulai sekarang kita jaga hutan bersama sama.


