Banjarnegara FaktaJurnal.com - Retakan tanah Dusun Gintung Desa Binangun Kecamatan Karangkobar berpotensi longsor, hal tersebut membuat warga sekitar was was, karena hanya berjarak satu meter dibawah tempat tersebut pemukiman warga, retakan tanah yang di barengi dengan penurunan tanah sedalam 50 cm kebawah, tanah retak tersebut berdekatan dengan bangunan KDMP (koperasi Desa Merah Putih) yang lagi dalam tahap pembangunan dan untuk sementara waktu pembangunan KDMP diberhentikan dan tidak dapat dilanjutkan .
Kejadian berawal berkisar 10 hari lalu, seorang warga yang lagi merumput menemukan ada retakan tanah yang cukup lebar, warga tersebut dengan sigap melaporkan hal ini ke pihak pemdes dan di tindaklanjuti oleh pemdes berserta Destana Desa Binangun mengecek ke lokasi tersebut dan hasilnya bener , terjadi retakan tanah yang cukup besar, di perkirakan keretakan dan pergeseran tanah tersebut di sebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari ini.
![]() |
| Foto : Kades Binangun Puji saat di temui di kantor Desa |
Pergeseran tanah dan retakan yang terjadi di Desa Binangun sudah mendapat perhatian dari pihak terkait dari Forkompincam dan BPBD Kabupaten Banjarnegara.
Saat di temui awak media di kantor Desa pada Senin (2/03/2026), Kades Binangun Puji menerangkan bahwa keretakan dan amblesnya tanah ada di wilayah tersebut ada beberapa faktor yaitu labilnya tanah yang di bawah atau tebing ada sumber mata air dan antensitas hujan yang cukup besar di beberapa hari ini.
kami Mengakwtirkan tanah tersebut bisa sewaktu-waktu longsor dan akibatnya bisa menimbun beberapa rumah warga yang dibawah, sehingga perlu penanganan yang serius yaitu pembangunan tangul atau talud serta pembuatan bronjong kawat sehingga bisa menahan pergeseran tanah.
Melihat kondisi keuangan desa yang tidak memungkinkan melaksanakan pembangunan tangul yang sangat urgen, karena untuk tahun ini terkonsentrasi pada pembangunan KDMP yang menyerap dana DD yang cukup besar.
"Kami berharap pemerintah Kabupaten Banjarnegara bisa membantu kami untuk penanggulangan masalah ini, agar tidak terjadi longsor yang mengakibatkan bencana buat warga sekitar dan tuntutan warga bersama pemdes untuk pembangunan KDMP tidak bisa di lanjutkan lagi atau di hentikan sementara sampai hal ini ada solusi dari pihak pemkab. " Ujarnya
(Aan).


