![]() |
| Foto : komisi II DPRD Kabupaten Banjarnegara saat di wisata Desa Dawuhan Kecamatan wanayasa. |
FAKTAJURNAL. COM BANJARNEGARA - Komisi II DPRD Kabupaten Banjarnegara laksanakan kunjungan dalam kabupaten di 2 tempat Desa Dawuhan dan Puskeswan Karangkobar, kunjungan pertama berada di Desa Dawuhan tepatnya berada di Wisata Dawuhan, Pada Selasa. ( 09/06/2026).
Hadir dalam acara tersebut komisi II DPRD Kabupaten Banjarnegara, jajaran Pemdes Desa Dawuhan, berserta pengurus obyek wisata Dawuhan.
Dalam pertemuan dengan Komisi II tersebut Supri sebagai Humas wisata Dawuhan mengutarakan bahwa kami dalam pertumbuhan ekonomi dan butuh perhatian khusus terkait perijinan pokdarwis yang sudah dalam pengurusan tapi sampai sekarang belum juga selesai dan untuk pengembangan obyek wisata Dawuhan peran dari berbagai stekholder
Dalam kesempatan itu, supri menyampaikan, bahwa pasar Rengrang yang pernah berdiri di wisata Dawuhan salah satu ikon wisata Dawuhan, karena hujan yang lebat sampai hanyut tersapu, jadi pasar tersebut hilang, saat ini berpindah dengan beberapa lapak saja tidak sebesar dulu, solusi pertama dalam penahan arus sungai Dawuhan adalah pembuatan bronjong sebagai penahan arus sungai.
Samsul Bachri Al Tugiyo ketua komisi II, memberi tanggapannya dari dialog tadi ada 2 permasalahan yang perlu di perhatian, perlu adanya kepedulian dari pemerintah daerah ikut andil dalam pengembangan wisata dan mengenai perijinan usaha di permudah agar pelaku wisata bisa lebih giat lagi dalam mengembangkan usahanya.
Lanjur Tugiyo, Wisata Desa Dawuhan ada namanya pasar Rengrang, yang jadi akses singah wisatawan yang mau menuju Dieng, tapi hancur terkena banjir besar, supaya tidak terus tergerus aliran sungai perlu di alokasikan dana pembuatan bronjong.
" Peranan bronjong ini sangat penting sebagai penahan, bila terjadi luapan sungai wisata ini tidak tergerus meluas" Ujarnya.
Kades Dawuhan Sahid menambahkan,
Rasa bersyukur atas kehadiran Anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara dari komisi II di tempat kami, disini kita sampaikan kesulitan dan permasalahan yang kita hadapi soal obyek wisata ini, dari perbincangan tersebut Alhamdulillah ada solusi yang akan di usulkan melalui pemprov untuk bronjong penahan sungai.
Kunjungan Komisi II di Puskeswan UPT dan IB ( Inseminasi Buatan) Kabupaten Banjarnegara di Karangkobar.
Kunjungan ke 2, berada di Puskeswan UPT dan IB ( Inseminasi Buatan) Kabupaten Banjarnegara di Karangkobar.
Pertemuan komisi II dengan staf Puskeswan UPT dan IB Karangkobar di awali oleh drh, Agung, ia menyampaikan permasalahan yang di hadapi Puskeswan saat ini adalah dalam melaksanakan tugas Puskeswan kurang begitu maksimal dikarenakan kurangnya personel petugas. Karena Puskeswan UPT dan IB ( Inseminasi Buatan) Kabupaten Banjarnegara di Karangkobar dalam pelayanan membawahi 7 kecamatan, di bawah naungan 3 dokter di bantu para medik 14 yang bertugas. sedangkan pelayanan buka selama 24 jam.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjarnegara dari Fraksi Partai NasDem Nurul Iptak memberi tanggapannya, untuk penambahan personel petugas Puskeswan perlu menjadi masukan ketika pembahasan di komisi, melihat kondisi masyarakat wilayah Banjarnegara banyak peternak, untuk itu penambahan para medik agar pelayanan kesehatan hewan terjaga.
Dalam sesi wawancara bersama kepala Puskeswan UPT dan IB ( Inseminasi Buatan) Karangkobar Joko Widianto. S.Pt.mengatakan, menurut data kami populasi ternak saat ini sapi menurun hingga 20 ribu sapi, sedangkan kambing mulai naik.
Lanjut Joko, untuk wabah penyakit ternak terbilang tidak ada aman, tapi kalau sapi masih ada 4 sapi perbulan karena penyakit mulut, hal ini bisa di obati kalau dengan segera melaporkan.
"Dalam segi pelayanan Puskeswan ada pelayanan aktif dan pelayanan masif, kalau pelayanan masif para pasien ternak yang sakit di bawa ke kantor sini kalau aktif sama dengan program posyandu, kita juga memberikan edukasi tentang tanda tanda penyakit yang terdapat pada ternak "Katanya.
(Aan)


