FAKTA JURNAL. COM BANJARNEGARA -, Warga Dukuh Kali Putih di gegerkan atas penemuan mayat di lokasi permandian air Panas sudah dalam keadaan mengapung di kolam, setelah di evakuasi warga setempat ada yang mengenal mayat tersebut bernama Nuryadi (77) thn. Warga Dukuh Baniara RT. 01 RW. 01 Desa Pesantren Kec. Wanayasa, penemuan mayat tersebut pada Rabu pukul 10.30 WIB. (26/08/2026).
Pada Kronologi kejadian paska penemuan mayat, Sandra Kartika Dewi bersama anaknya bernam M. Zidan warga Desa Karangkobar RT. 01 RW. 04 Kec. Karangkobar berniat mandi air panas di permandian, karena di lokasi permandian bilik di bagi 2 bilik laki-laki dan perempuan, Zidan memasuki bilik laki-laki, begitu memasuki bilik, dia langsung melihat sosok mayat sudah mengapung di kolam air panas.
Seketika itu Zidan memanggil ibunya (Sandra) dan Sandra meminta tolong ke warga setempat untuk melakukan pertolongan.
Warga yang mendengar teriakan Sandra tersebut, berdatangan dan memberikan pertolongan untuk mengevakuasi mayat tersebut, untuk di taruk di mushola yang tidak jauh dari kolam permandian.
Saat evakuasi, ada beberapa warga yang mengenal mayat tersebut, bernama Nuryadi warga Dukuh Baniara RT. 01 RW. 01 Desa Pesantren, dari beberapa warga yang mengenalnya memberitahukan hal ini kepada pihak keluarga, dari pihak keluarga melaporkan ke Polsek Wanayasa.
Kapolsek Wanayasa IPTU. Bambang Nurdianto. SH. Saat di temui awak media ia membenarkan, bahwa pukul 10.30 tadi pagi di lokasi permandian air panas Dukuh kali putih di temukan sosok mayat laki-laki.
Kapolsek Wanayasa IPTU Bambang juga menerangkan, Pihak keluarga melaporkan ke Polsek bahwa ada salah satu keluarganya di temukan sudah meninggal berlokasi di permandian air panas Kaliputih.
"Kami langsung merespon dengan cepat, datang ke TKP bersama pihak Koramil dan para medis Puskesmas 1 Wanayasa untuk melakukan pengamanan dan cek pemeriksaan mayat tersebut. " Ungkapnya
Setelah beberapa saat pemeriksaan dari tim medis, tidak di temukan tanda tanda terjadi akibat kekerasan serta tanda bunuh diri, pihak medis menyimpulkan korban tersebut meninggal Karena tengelam disebabkan faktor usia dan terlalu lama berendam di air hangat/pabas yang akibatkan lemas dan alami dehiidrasi.
"selesai pemeriksaan korban dibawa pulang kerumah duka dan selanjutnya pihak Polsek dan Koramil didampingi Kades Pesantren menyerahkan jenasah ke keluarga korban untuk proses pemakaman, serta pihak keluarga korban sudah menerima atas musibah tersebut. " Jelasnya.
(Aan).

