Pemkab Banjarnegara Salurkan Insentif kepada 1.359 Guru Keagamaan Nonformal Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

Redaksi

 




FaktaJurnal.com Banjarnegara - Pemerintah Kabupaten  Banjarnegara menyerahkan insentif kepada 1.359 guru keagamaan nonformal pada tahap pertama tahun 2026, yang dilaksanakan di Aula Sasana Bakti Praja Setda Banjarnegara, Jumat, 13 Maret 2026. Penyaluran ini dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai bentuk penghargaan kepada para tokoh pendidikan keagamaan.


Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Banjarnegara, Imam Nursaad, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat pembangunan mental dan spiritual masyarakat di Kabupaten Banjarnegara. 


Program ini merupakan bentuk apresiasi Pemkab Banjarnegara kepada para guru ngaji, modin, dan guru agama nonmuslim yang telah berperan penting dalam membimbing masyarakat dalam kehidupan beragama,ungkap Imam.


Tujuan dari penyaluran insentif ini adalah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan guru keagamaan nonformal, sekaligus meningkatkan semangat pengabdian mereka. Sebanyak 1.359 orang yang menerima insentif ini telah memenuhi kelengkapan dokumen administrasi, dan pembiayaan bersumber dari APBD Kabupaten Banjarnegara tahun anggaran 2026,tambahnya.



Dalam sambutannya, Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, mengucapkan terima kasih kepada para guru ngaji yang telah berkomitmen dalam membimbing anak-anak dengan penuh keikhlasan.


Pengabdian bapak dan ibu merupakan amal jariyah yang tak ternilai. Insentif ini tidak sebanding dengan perjuangan dan keikhlasan para guru ngaji, tuturnya.


Bupati Amalia juga menekankan peran penting guru ngaji sebagai ujung tombak dalam pendidikan Al Quran, pengembangan karakter, dan penanaman akhlak mulia pada anak bangsa. Dengan nilai-nilai religius yang sangat kental di Indonesia, guru ngaji tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga teladan bagi anak-anak, tambahnya.


Di akhir sambutannya, Bupati berpesan kepada seluruh penerima insentif untuk menjauhi judi online dan investasi bodong yang belakangan ini marak di masyarakat. 


Pemkab juga setiap tahun memberikan insentif kepada guru rohani dari semua agama yang mengajar di lembaga pendidikan nonformal,pungkas Bupati.


Salah satu guru ngaji, Ni'Matun Khoeriyah dari Sijeruk, Banjarmangu, menyampaikan rasa syukur atas insentif yang diterimanya. Alhamdulillah, ini menjadi motivasi bagi kami. Semoga berkah untuk daerah ini dan semua pemimpin Banjarnegara, sehingga kami dapat terus mengajar dengan semangat dan ikhlas,ungkap Ni'Matun.


Dengan kontribusi para guru keagamaan nonformal, Pemkab Banjarnegara berharap dapat membangun generasi yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang kuat, sehingga dapat menjadi aset penting bagi bangsa.

  • Newer

    Pemkab Banjarnegara Salurkan Insentif kepada 1.359 Guru Keagamaan Nonformal Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

3/related/default