Fakta jurnal.com Banjarnegara, 21 Mei 2026 — Pembangunan program Bedah Rumah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak dua unit di Kelurahan Krandegan resmi selesai dilaksanakan. Dua rumah tersebut merupakan milik Ibu Turni warga RT 001/001 dan Ibu Nuryati warga RT 003/009 Kelurahan Krandegan.
Pembangunan RTLH ini terlaksana atas bantuan dana dari STIE Tamansiswa Banjarnegara serta para donatur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan pembangunan dimotori oleh Yayasan Kita Peduli Banjarnegara (YKPB) dan dikerjakan selama satu bulan, terhitung mulai 17 April hingga 17 Mei 2026.
Keberhasilan pembangunan ini juga tidak lepas dari semangat gotong royong masyarakat, khususnya warga RT 003/009 yang turut menyengkuyung pelaksanaan pembangunan sejak awal hingga selesai.
Dalam acara serah terima sekaligus peresmian dua unit rumah tersebut, Sudirman Lurah Krandegan menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada STIE Tamansiswa Banjarnegara, para donatur, Ketua RW 009, Ketua RT 003/009, warga masyarakat sekitar, serta Yayasan Kita Peduli Banjarnegara yang telah berperan aktif sebagai pelaksana pembangunan.
Sudirman menambahkan, Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) serta BPBD Kabupaten Banjarnegara yang turut memberikan bantuan berupa sembako dan peralatan dapur rumah tangga guna mendukung kebutuhan penerima manfaat.
“Semoga seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan mulia ini senantiasa mendapatkan balasan kebaikan yang setimpal dari Allah SWT,” ujar Sudirman.
Lanjut Sudirman, Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi yang diberikan, Pemerintah Kelurahan Krandegan menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Ketua STIE Tamansiswa Banjarnegara, Dr. Lustono, S.Pd., serta Yayasan Kita Peduli Banjarnegara.
Pada kesempatan yang sama, Lurah Krandegan Sudirman juga menyalurkan bantuan tambahan kepada Ibu Turni dan Ibu Nuryati berupa paket sembako, perlengkapan mandi, peralatan dapur, serta perlengkapan tidur guna menunjang kenyamanan menempati rumah baru mereka.
Program bedah rumah ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga pendidikan, yayasan sosial, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan hunian layak bagi warga yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong sebagai budaya luhur bangsa.
(Aan).


