FAKTA JURNAL.COM BANJARNEGARA – Sebanyak 1.054 jemaah calon haji asal Kabupaten Banjarnegara mulai diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan pada Rabu malam (13/5/2026).
Keberangkatan ini menandai dimulainya perjalanan spiritual para tamu Allah yang terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 69, 70, 71, dan 72.
Pelepasan Kloter 69 dilakukan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Barijadi Djumpaedo, mewakili Bupati Banjarnegara.
Barijadi melepas Kloter 69 yang berjumlah 59 jemaah pada pukul 23.45 WIB.
Membacakan amanat Bupati, Barijadi menyampaikan tiga pesan penting kepada para tamu Allah.
Ia berpesan agar para jemaah menitikberatkan pada aspek spiritual dengan membersihkan hati dan meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT.
Para jemaah juga diminta berkonsentrasi penuh menjalankan setiap rukun dan wajib haji dengan meninggalkan sejenak urusan duniawi demi meraih kesempurnaan ibadah.
Selain aspek spiritual, nilai sosial juga menjadi sorotan. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengajak para jemaah untuk saling tolong-menolong, terutama membantu rekan satu kloter yang membutuhkan, sehingga rombongan menjadi satu keluarga besar yang saling menguatkan.
Barijadi juga berharap para jemaah dapat memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat Banjarnegara sekembalinya dari Tanah Suci dengan predikat haji mabrur.
Berdasarkan jadwal resmi, setelah pelepasan Kloter 69, prosesi pemberangkatan dilanjutkan secara maraton. Kloter 70 dijadwalkan memasuki pendopo pada Kamis dini hari (14/5/2026) pukul 03.00 WIB dengan jumlah 354 jemaah.
Selanjutnya, Kloter 71 yang berjumlah 352 jemaah calon haji diberangkatkan pada Kamis siang pukul 13.00 WIB.
Adapun Kloter 72 yang berjumlah 287 jemaah dijadwalkan berangkat pada Jumat dini hari (15/5/2026) pukul 00.00 WIB.
Seluruh rombongan dijadwalkan transit di beberapa titik, di antaranya Masjid PKU Muhammadiyah Parakan dan lokasi istirahat di Semarang sebelum tiba di Asrama Haji Donohudan sesuai jadwal masing-masing.
Ribuan warga tampak memadati kawasan pendopo untuk mengantar keberangkatan keluarga mereka. Isak haru, pelukan perpisahan, dan lantunan doa mengiringi langkah para jemaah menuju perjalanan suci ke Tanah Suci.*** (red).


