TMMD Sengkuyung Desa Lawen Resmi Ditutup Warga: Jalan ke Sirongge Sekarang Sudah Oke

Redaksi

 


FAKTA JURNAL.COM BANJARNEGARA – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum, resmi ditutup dalam upacara di Lapangan desa setempat, Kamis (21/5/2026).


Upacara penutupan dipimpin Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu didampingi Sekda Banjarnegara Hendro Cahyono, S.E., M.Si. Kegiatan diawali dengan doa bersama, pemeriksaan pasukan, pelepasan tanda peserta dan peralatan kerja, serta penyerahan secara simbolis hasil pembangunan oleh Dandim kepada Sekda yang selanjutnya diserahkan kepada Kepala Desa Lawen untuk dimanfaatkan masyarakat.


Dalam laporannya, Pasiter Kodim 0704/Banjarnegara Kapten Inf Koko Suwarko menyampaikan bahwa TMMD Sengkuyung Tahap II dilaksanakan selama 30 hari, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026.


Kapten Koko membacakan, TMMD Reguler ke-128 dan Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan dalam rangka percepatan pembangunan wilayah serta mewujudkan kemanunggalan TNI-rakyat.




Adapun sasaran fisik yang berhasil diselesaikan mencapai 100 persen, meliputi pembangunan rabat beton sepanjang 1.016 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 sentimeter yang menghubungkan Desa Lawen dengan Desa Sirongge, kemudian pembangunan talud sepanjang 11 meter dengan tinggi 1,145 meter, serta rehabilitasi satu unit pos kamling.


Selain sasaran fisik, TMMD juga melaksanakan sejumlah kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan oleh Kodim 0704/Banjarnegara, sosialisasi percepatan penurunan stunting dan keluarga berencana oleh Dispermades PPKB, serta kegiatan donor darah yang digelar di Aula Kecamatan Pandanarum.


Kapten Koko menambahkan, pelaksanaan TMMD melibatkan 125 personel yang terdiri dari unsur TNI/Polri sebanyak 45 orang, unsur pemerintah daerah 10 orang, dan unsur masyarakat 70 orang.


Sementara itu, total anggaran kegiatan mencapai Rp. 1.031.000.000 yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp. 246.000.000, APBD Banjarnegara Rp. 500.000.000, serta swadaya masyarakat Rp. 285.000.000.


Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu berharap hasil pembangunan yang telah dicapai dapat dijaga dan dirawat bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.


“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial. Kami berharap hasil pembangunan ini benar-benar dijaga dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Lawen,” katanya.


Dandim juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat, hingga masyarakat Desa Lawen yang telah bekerja bersama menyukseskan program tersebut.


Dalam pada itu, Sekda Hendro Cahyono, SE M.Si menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran TNI dan seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong menyelesaikan program TMMD tepat waktu.


Menurut Sekda, semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pembangunan daerah dan menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.


“Gotong royong adalah jati diri bangsa, juga modal utama membangun Banjarnegara. Kegiatan TMMD di Lawen ini bukti bahwa jika dikerjakan bersama-sama, setiap masalah akan terasa ringan. berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Terima kasih untuk jajaran TNI, dan warga yang sudah nyengkuyung TMMD,” ungkapnya.



Menurut Sekda, pembangunan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi warga karena akses penghubung antardesa menjadi lebih layak dan aman digunakan. Untuk itu berpesan agar hasil pembangunan dapat dirawat bersama agar memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.


“Harapan kami jalan ini bisa dirawat bersama-sama supaya awet, sehingga manfaatnya bisa dirasakan sampai lama. Sekali lagi, ini bukti bahwa gotong royong membawa kemajuan bagi desa,” imbuhnya.


Rasa syukur juga disampaikan Warno, warga Desa Lawen. Ia merasa senang dan berterima kasih atas sukesnya TMMD, karena akses jalan yang selama ini menjadi kendala kini jauh lebih baik.


“Alhamdulillah, kami warga sangat senang. Jalan ke Sirongge sekarang sudah oke. Naik motor lebih lancar, terutama untuk bawa hasil pertanian. Terima kasih kepada TNI, pemda, dan semua yang sudah membantu pembangunan di desa kami,” pungkas Warno.*** (red).

3/related/default